Banyak orang yang lupa atau pura-pura lupa menyederhanakan kosa kata yang digunakan ketika berkomunikasi dengan orang lain. Tidak menyadari latar belakang gaya bahasa, istilah dan kebiasaan berbahasa orang yang diajak berkomunikasi. Istilah yang ada di kantor yang sangat teknis dan njlimet menghiasi percakapan mereka.
Sekali pun orang yang diajak bicara telah mengernyitkan dahi ketika mendengarkan istilah yang biasa ada dibuku-buku ilmiah mereka, malah ada yang merasa bangga bahwa mereka telah menggunakan bahasa ilmiah, formal nan tinggi sehingga orang-orang mungkin saja menganggap mereka sebagai kaum intelektual.
Supaya komunikasi kita lancar, bahasa dan segala istilah teknis harus dapat disederhanakan sedemikian rupa agar pendengar atau siapa saja yang sedang melakukan konversasi dengan kita dapat menangkap esensi kalimat kita. So, tidak perlu show off melalui penggunaan kata-kata keren namun membingungkan.
Jumat, 19 Desember 2008
Cegah Flu dan Masuk Angin
Perubahan cuaca yang sulit diramalkan sering diikuti dengan musim masuk angin dan juga batuk pilek. Apa saja yang bisa kita dilakukan untuk mencegah terkena dan tertular flu?
Rajin mencuci tangan demi mencegah berkumpul dan tersebarnya kuman penyakit. Minum sedikitnya 8 gelas sehari, agar keseluruhan sistem dan daya tahan tubuh berjalan baik
Jangan menghirup ingus kembali, tetapi buang saja, agar tubuh dibersihkan dari berbagai toksin/racun.
Berpakaian hangat. Cepat berganti pakaian bila kehujanan. Banyak mengkonsumsi makanan sehat dan memberi energi secara teratur. Perbanyak makan sayur dan buah-buahan.
Hindari menyentuh/memegang mata, hidung dan mulut.
Minum vitamin C untuk memperkuat kekebalan tubuh terhadap penyakit. Kurangi kontak secara langsung dengan penderita flu/batuk pilek. Usahakan beristirahat dengan cukup
Minum susu. (sebuah penelitian di University of South Australia menemukan bahwa asupan colostrum (susu yang diproduksi mamalia segera sesudah melahirkan) setiap hari dapat mengurangi resiko flu sampai 30 persen. Susu ternyata meningkatkan kadar antibodi dalam air liur manusia, serta melindungi tubuh dari penyakit.
Rajin mencuci tangan demi mencegah berkumpul dan tersebarnya kuman penyakit. Minum sedikitnya 8 gelas sehari, agar keseluruhan sistem dan daya tahan tubuh berjalan baik
Jangan menghirup ingus kembali, tetapi buang saja, agar tubuh dibersihkan dari berbagai toksin/racun.
Berpakaian hangat. Cepat berganti pakaian bila kehujanan. Banyak mengkonsumsi makanan sehat dan memberi energi secara teratur. Perbanyak makan sayur dan buah-buahan.
Hindari menyentuh/memegang mata, hidung dan mulut.
Minum vitamin C untuk memperkuat kekebalan tubuh terhadap penyakit. Kurangi kontak secara langsung dengan penderita flu/batuk pilek. Usahakan beristirahat dengan cukup
Minum susu. (sebuah penelitian di University of South Australia menemukan bahwa asupan colostrum (susu yang diproduksi mamalia segera sesudah melahirkan) setiap hari dapat mengurangi resiko flu sampai 30 persen. Susu ternyata meningkatkan kadar antibodi dalam air liur manusia, serta melindungi tubuh dari penyakit.
Atasi Mata Lelah Akibat Komputer
Menggunakan komputer terkadang menimbulkan kelelahan. Tak hanya mata, namun punggung, tangan dan bahu pun terasa pegal. Khususnya mata, dalam waktu yang lama, pandangan mata bisa menjadi berkunang-kunang dan berakibat pusing.
Agar gangguan ini tidak kamu alami, sebaiknya gerakan tubuhmu minimal satu jam sekali saat menggunakan komputer. Letakkan kedua tangan kamu di kelopak mata yang lelah. Jangan terlalu keras karena bisa menyakitkan mata. Topangkan siku pada meja, gunanya adalah agar tangan kamu tetap merasa relaks.
Kelihatannya metode ini sepele, namun relaksasi yang memakan waktu singkat ini bisa membantu kamu mengatasi keletihan pada mata. Penglihatan kamu yang gelap karena kelelahan pun bisa dihindari dan kamu akan merasa segar kembali.
Agar gangguan ini tidak kamu alami, sebaiknya gerakan tubuhmu minimal satu jam sekali saat menggunakan komputer. Letakkan kedua tangan kamu di kelopak mata yang lelah. Jangan terlalu keras karena bisa menyakitkan mata. Topangkan siku pada meja, gunanya adalah agar tangan kamu tetap merasa relaks.
Kelihatannya metode ini sepele, namun relaksasi yang memakan waktu singkat ini bisa membantu kamu mengatasi keletihan pada mata. Penglihatan kamu yang gelap karena kelelahan pun bisa dihindari dan kamu akan merasa segar kembali.
kata bijak hai ini...
Sesuatu yg belum dikerjakan, seringkali tampak mustahil, kita baru yakin kalau kita telah berhasil melakukannya dengan baik...
( Evelyn Underhill )
( Evelyn Underhill )
Printer Bisa Rusak Paru-paru
Penelitian terbaru oleh Queensland University, Australia, menyebutkan bahwa toner pada printer laser juga bisa merusak paru-paru dengan kadar sebanding dengan partikel yang dihasilkan rokok.
Nah, jika selama ini banyak yang beranggapan udara malam dan rokok menjadi momok bagi paru-paru, tapi sekarang kita harus mulai waspada dengan printer.
Riset yang dilakukan pada sejumlah model dan merek printer ini sebagian besar menunjukkan pencemaran toner (serbuk printer laserjet) pada paru-paru. Ini bisa terjadi terutama bagi mereka yang sering menggunakan printer ataupun yang berada dalam satu ruangan dengan mesin printer.
Sepertiga dari 60 mesin printer yang diteliti, ditemukan pencemaran partikel dari toner yang bisa masuk ke dalam paru-paru, dan menyebabkan gangguan pada saluran pernafasan, atau gangguan kronis lainnya.
Penelitian yang dilakukan pada ruangan kantor model open-plan (ruangan tanpa sekat), ini mencatat penyebaran partikel berbahaya yang dipancarkan toner bisa naik sampai lima kali lipat, terlebih jika mesin printer menyala terus selama jam kerja.
Masalah ini makin parah ketika toner baru dipasang atau ketika sedang melakukan print gambar yang memerlukan serbuk toner dalam jumlah banyak.
Tapi jangan khawatir, untuk menghindari ini, para peneliti mengimbau perbaikan sirkulasi udara pada setiap kantor, dan menaruh printer di tempat yang lebih terbuka.
Bagaimana dengan kantor Anda?
Nah, jika selama ini banyak yang beranggapan udara malam dan rokok menjadi momok bagi paru-paru, tapi sekarang kita harus mulai waspada dengan printer.
Riset yang dilakukan pada sejumlah model dan merek printer ini sebagian besar menunjukkan pencemaran toner (serbuk printer laserjet) pada paru-paru. Ini bisa terjadi terutama bagi mereka yang sering menggunakan printer ataupun yang berada dalam satu ruangan dengan mesin printer.
Sepertiga dari 60 mesin printer yang diteliti, ditemukan pencemaran partikel dari toner yang bisa masuk ke dalam paru-paru, dan menyebabkan gangguan pada saluran pernafasan, atau gangguan kronis lainnya.
Penelitian yang dilakukan pada ruangan kantor model open-plan (ruangan tanpa sekat), ini mencatat penyebaran partikel berbahaya yang dipancarkan toner bisa naik sampai lima kali lipat, terlebih jika mesin printer menyala terus selama jam kerja.
Masalah ini makin parah ketika toner baru dipasang atau ketika sedang melakukan print gambar yang memerlukan serbuk toner dalam jumlah banyak.
Tapi jangan khawatir, untuk menghindari ini, para peneliti mengimbau perbaikan sirkulasi udara pada setiap kantor, dan menaruh printer di tempat yang lebih terbuka.
Bagaimana dengan kantor Anda?
Sisha Lebih Bahaya daripada Rokok
Sisha atau hookah berasal bahasa Persia yang memiliki arti gelas atau piala. Para penggunanya beranggapan bahwa kandungan air yang digunakan dalam sisha berfungsi sebagai filter penyaring racun yang membahayakan.
Namun pada kenyataannya, baik rokok atau pun sisha ternyata memiliki efek negatif yang tak jauh berbeda. Sebuah riset terbaru menyebutkan, hookah dan rokok tembakau sama-sama mengandung kadar tinggi karbonmonoksida yang merugikan kesehatan.
Riset yang dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association ini memang hanya meneliti satu jenis gas beracun saja. Sehingga mustahil untuk membandingkan secara langsung dampak penggunaaan sisha dengan asap rokok.
Walau begitu, riset ini setidaknya memberi peringatan kepada pecinta sisha untuk berpikir dua kali menghisap pipa. Menikmati sisha bukanlah suatu aktivitas yang bebas risiko seperti yang mereka kira.
"Penggunaannya sungguh tidak aman untuk kesehatan," kata penulis riset S Katharine Hammond, kepala Divisi Ilmu Kesehatan Lingkungan di University of California, Berkeley.
Sisha yang hampir serupa dengan bong yang digunakan untuk mengisap mariyuana, memang sangat populer dalam beberapa tahun terakhir. Di banyak negara kini banyak berdiri bar-bar menyediakan sisha sehingga memicu ketertarikan pengunjung untuk mencoba menghisap pipa berbentuk unik tersebut, termasuk di Indonesia.
Untuk membuktikan kandungan racun pada sisha, Hammond melibatkan 27 mahasiswa yang biasa menghisap sisha selama satu jam dalam tiga malam yang berbeda pada April 2006.
Lima mahasiwa lain yang tidak memakai hookah juga dilibatkan dalam riset. Tetapi mereka harus tinggal bersama di ruangan saat para mahasiswa mengisap sisha.
Partisipan sebelumnya harus terbebas dari sisha selama 84 jam sebelum riset dilakukan. Kemudian, partisipan penghisap pipa yang didalamnya mengandung air serta 10 gram tembakau Al Fakher Mu'assal Tobacco yang dipanaskan menggunakan arang.
Peneliti lalu memantau kandungan karbonmonoksida pada dua kelompok partisipan sebelum dan sesudahnya dengan menggunakan sebuah mesin yang didesain untuk mendeteksi perokok.
Rata-rata kandungan karbonmonoksida pada partisipan mencapai 42 ppm, lebih tinggi ketimbang yang ditemukan pada perokok sigaret (17 ppm). Riset juga menemukan kadar karbonmonoksida meningkat di ruangan tempat partisipan menghisap hookah, dan bahkan bisa mencapai tingkat yang merugikan kesehatan lingkungan.
Hookah atau sisha mungkin saja tidak akan membuat Anda mengidap kanker paru-paru, tetapi akan mempengaruhi kesehatan dengan cara lain.
Sementara itu Thomas Eissenberg, profesor psikologi dari Virginia Commonwealth University yang juga meneliti penggunaan sisha mengatakan bahwa risetnya menunjukkan bahwa menghisap sisha selama 45 menit menghasilkan jumlah tar 36 kali lebih banyak ketimbang merokok selama lima menit.
Namun pada kenyataannya, baik rokok atau pun sisha ternyata memiliki efek negatif yang tak jauh berbeda. Sebuah riset terbaru menyebutkan, hookah dan rokok tembakau sama-sama mengandung kadar tinggi karbonmonoksida yang merugikan kesehatan.
Riset yang dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association ini memang hanya meneliti satu jenis gas beracun saja. Sehingga mustahil untuk membandingkan secara langsung dampak penggunaaan sisha dengan asap rokok.
Walau begitu, riset ini setidaknya memberi peringatan kepada pecinta sisha untuk berpikir dua kali menghisap pipa. Menikmati sisha bukanlah suatu aktivitas yang bebas risiko seperti yang mereka kira.
"Penggunaannya sungguh tidak aman untuk kesehatan," kata penulis riset S Katharine Hammond, kepala Divisi Ilmu Kesehatan Lingkungan di University of California, Berkeley.
Sisha yang hampir serupa dengan bong yang digunakan untuk mengisap mariyuana, memang sangat populer dalam beberapa tahun terakhir. Di banyak negara kini banyak berdiri bar-bar menyediakan sisha sehingga memicu ketertarikan pengunjung untuk mencoba menghisap pipa berbentuk unik tersebut, termasuk di Indonesia.
Untuk membuktikan kandungan racun pada sisha, Hammond melibatkan 27 mahasiswa yang biasa menghisap sisha selama satu jam dalam tiga malam yang berbeda pada April 2006.
Lima mahasiwa lain yang tidak memakai hookah juga dilibatkan dalam riset. Tetapi mereka harus tinggal bersama di ruangan saat para mahasiswa mengisap sisha.
Partisipan sebelumnya harus terbebas dari sisha selama 84 jam sebelum riset dilakukan. Kemudian, partisipan penghisap pipa yang didalamnya mengandung air serta 10 gram tembakau Al Fakher Mu'assal Tobacco yang dipanaskan menggunakan arang.
Peneliti lalu memantau kandungan karbonmonoksida pada dua kelompok partisipan sebelum dan sesudahnya dengan menggunakan sebuah mesin yang didesain untuk mendeteksi perokok.
Rata-rata kandungan karbonmonoksida pada partisipan mencapai 42 ppm, lebih tinggi ketimbang yang ditemukan pada perokok sigaret (17 ppm). Riset juga menemukan kadar karbonmonoksida meningkat di ruangan tempat partisipan menghisap hookah, dan bahkan bisa mencapai tingkat yang merugikan kesehatan lingkungan.
Hookah atau sisha mungkin saja tidak akan membuat Anda mengidap kanker paru-paru, tetapi akan mempengaruhi kesehatan dengan cara lain.
Sementara itu Thomas Eissenberg, profesor psikologi dari Virginia Commonwealth University yang juga meneliti penggunaan sisha mengatakan bahwa risetnya menunjukkan bahwa menghisap sisha selama 45 menit menghasilkan jumlah tar 36 kali lebih banyak ketimbang merokok selama lima menit.
Air Putih Sembuhkan Banyak Penyakit
Prof S Periasamy DIM dan D.ACC Bohiraj Vedante Maharish Charity dari Kantha Health Anda Research Center, Karur, India, menjelaskan bahwa sejumlah penyakit itu antara lain sakit kepala, asma, darah tinggi, kencing manis, penyakit mata, rematik, batu ginjal, haid tidak teratur, kegemukan, leukemia, batuk, radang tenggoro, sembelit, dll.
Bagaimana cara kerja air tersebut?
Saat tubuh digelontor banyak air, usus besar bekerja lebih efektif dengan cara membentuk darah baru, dalam istilah medis dikenal sebagai aematopaises.
Demikian juga darah segar yang baru juga diproduksi oleh mucousal fold pada saat gelontoran air terjadi. Mekanisme ini bisa membersihkan usus. Dengan usus bersih, gizi makanan mudah diserap.
Memang awalnya mungkin terasa sulit minum 1,5 liter air tiap hari. Mulailah dengan minum empat gelas dulu, diminum dua gelas. Lalu, yang dua gelas lagi diminum dua menit kemudian.
Awalnya Anda akan buang air kecil 2-3 kali dalam tiga jam, tetapi setelah beberapa lama akan normal kembali.
Namun untuk membuang seluruh sisa racun tentu tak cukup dengan asupan air yang cukup, tetapi perlu perubahan diet dengan fokus pada bahan makanan yang lebih alami.
Makanan instan pasti mengandung bahan kimia dan pengawet yang tidak seharusnya berada dalam tubuh. Kebanyakan dari jenis makanan tersebut tidak mengandung nilai nutrisi sama sekali.
Selain dengan terapi air putih, tentunya Anda juga harus tidur cukup. Sebagian besar orang membutuhkan tidur 6-8 jam tiap malam, untuk memberikan kesempatan bagi tubuh beristirahat dan segar kembali. Jadi, cobalah tidur lebih awal beberapa kali dalam sepekan. Ingatlah untuk minum segelas air sebelum dan sesudah bangun tidur.
Nah, yang paling penting, dan sepertinya paling sering dilalaikan adalah berolahraga. Olah raga membantu tubuh untuk siap berperang terhadap penyakit. Lakukan olahraga sesuai kemampuan. Sesuaikan takaran latihan dengan kemampuan fisik Anda.
Bagaimana cara kerja air tersebut?
Saat tubuh digelontor banyak air, usus besar bekerja lebih efektif dengan cara membentuk darah baru, dalam istilah medis dikenal sebagai aematopaises.
Demikian juga darah segar yang baru juga diproduksi oleh mucousal fold pada saat gelontoran air terjadi. Mekanisme ini bisa membersihkan usus. Dengan usus bersih, gizi makanan mudah diserap.
Memang awalnya mungkin terasa sulit minum 1,5 liter air tiap hari. Mulailah dengan minum empat gelas dulu, diminum dua gelas. Lalu, yang dua gelas lagi diminum dua menit kemudian.
Awalnya Anda akan buang air kecil 2-3 kali dalam tiga jam, tetapi setelah beberapa lama akan normal kembali.
Namun untuk membuang seluruh sisa racun tentu tak cukup dengan asupan air yang cukup, tetapi perlu perubahan diet dengan fokus pada bahan makanan yang lebih alami.
Makanan instan pasti mengandung bahan kimia dan pengawet yang tidak seharusnya berada dalam tubuh. Kebanyakan dari jenis makanan tersebut tidak mengandung nilai nutrisi sama sekali.
Selain dengan terapi air putih, tentunya Anda juga harus tidur cukup. Sebagian besar orang membutuhkan tidur 6-8 jam tiap malam, untuk memberikan kesempatan bagi tubuh beristirahat dan segar kembali. Jadi, cobalah tidur lebih awal beberapa kali dalam sepekan. Ingatlah untuk minum segelas air sebelum dan sesudah bangun tidur.
Nah, yang paling penting, dan sepertinya paling sering dilalaikan adalah berolahraga. Olah raga membantu tubuh untuk siap berperang terhadap penyakit. Lakukan olahraga sesuai kemampuan. Sesuaikan takaran latihan dengan kemampuan fisik Anda.
Langganan:
Postingan (Atom)
